ELTA Papua & Papua Barat
ELTA adalah singkatan dari English Language Training Assistance. ELTA merupakan kegiatan pelatihan bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Pemerintah Australia melalui Australia Awards Indonesia (AAI) dan difasilitasi oleh Indonesia Australia Language Foundation Bali (IALF).
Saya bersyukur banget bisa bergabung di ELTA Papua dan Papua Barat ini. Banyak sekali yang mendaftar, kalo gak salah sampai 300 an aplikasi, tapi kami yang keterima hanya 28 orang. Saya daftarnya waktu itu karena dapat info dari teman saya yang kebetulan juga adalah salah satu trainer di ELTA. Dia menyarankan saya untuk mendaftar, karena dia ngerti bingits kemampuan bahasa Inggris saya masih cetek secetek-ceteknya. Gimana mau daftar beasiswa, ngomong Inggris saja berantakan. Ya saya akui, saya sadar, mimpi saja tidak cukup, harus disertai tindakan nyata untuk meraih mimpi kita. Akhirnya saya daftar lah ELTA.
Ohya sebelum lanjut, saya mau kasih tau dulu kalo ELTA itu hanya diselenggarakan untuk 4 provinsi waktu itu, Papua & Papua Barat, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. sekarang sudah 6 provinsi, yaitu ditambah Maluku dan Maluku Utara
Nah, gimana cara mendaftarnya?
Kalian bisa cek di link ini ya....
ELTA sangat membantu saya dan cukup merubah hidup saya. Nanti saya ceritakan di post berikutnya ya gaes....
Kemampuan bahasa Inggris saya meningkat tajam. Mendengar, membaca, menulis dan berbicara dalam bahasa Inggris bukan hal yang sangat sulit lagi buat saya saat ini.
Ohya sebelum lanjut, saya mau kasih tau dulu kalo ELTA itu hanya diselenggarakan untuk 4 provinsi waktu itu, Papua & Papua Barat, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. sekarang sudah 6 provinsi, yaitu ditambah Maluku dan Maluku Utara
Nah, gimana cara mendaftarnya?
Kalian bisa cek di link ini ya....
ELTA sangat membantu saya dan cukup merubah hidup saya. Nanti saya ceritakan di post berikutnya ya gaes....
Kemampuan bahasa Inggris saya meningkat tajam. Mendengar, membaca, menulis dan berbicara dalam bahasa Inggris bukan hal yang sangat sulit lagi buat saya saat ini.
Iya benar.
Kalo awalnya hanya bisa bikin simple sentences, sekarang boleh sombong nihh... saya sudah mampu nulis academic writing 250 kata bahkan lebiiihhh! π
π
mungkin bagi kebanyakan orang hal ini biasa saja, tapi tidak bagi saya... saya bisa sebegitu mampunya menjabarkan hal argumentatif dalam essay bahasa Inggris, gak gampang mbak brooo perjuangannya.... jadi saya agak-agak sombong nih dalam hal ini hueehehehe........
Bahkan nih, saya yang dulunya paling susah ngomong pake bahasa Inggris, sekarang boleh lah ngomong English yang bukan cuma I love you hehehehe....
*Tuiing tuiing
Kalo soal dengar mendengar rekaman percakapan atau monolog yang kayak lagi dengerin kuliah dari dosen, saya lumayan ngerti. Tambah lagi bacaan-bacaan akademik yang cukup bikin keliyengan, sekarang sih sudah mending lah, biasanya pusingnya tujuh keliling, sekarang 2 keliling aja π *pokoknya sekarang saya lagi sombong yaaa??? saya jangan ditimpuk ππ
Kalo soal dengar mendengar rekaman percakapan atau monolog yang kayak lagi dengerin kuliah dari dosen, saya lumayan ngerti. Tambah lagi bacaan-bacaan akademik yang cukup bikin keliyengan, sekarang sih sudah mending lah, biasanya pusingnya tujuh keliling, sekarang 2 keliling aja π *pokoknya sekarang saya lagi sombong yaaa??? saya jangan ditimpuk ππ
Kenapa sampai saya bisa seperti ini?
Begini :
Di ELTA, kami ditempa selama tiga bulan. Full time dalam kelas dari Senin sampai Jumat, dari jam 8 pagi sampe jam 3 siang (sejam setengah aja istirahat makan siangnya). Setelahnya silakan self study di perpustakaan yang kami sebut RC (resource center) sampai terserah sanggupnya jam berapa, biasanya sih sampe jam 6, makan, lalu lanjut lagi di asrama. Bayangkan, bagaimana tidak ningkat drastis kemampuan bahasa Inggrisnya π
Juga, para trainer yang sangat profesional itu benar-benar mampu menuntun kami ke tingkat yang lebih tinggi. Cara belajarnya sudah mirip-mirip dengan sistem belajar di Australia. Kami diajarkan aktif dalam kelas. Ada diskusi dan presentasi, dan ada beberapa hari dalam seminggu setelah kelas, kami per kelompok (isinya 6 orang) bertemu dengan trainer yang ditunjuk sebagai supervisor kami. Ini tujuannya adalah untuk menajamkan lagi skill English kita. Dan seringnya dikasih tugas nulis. Untuk diketahui ya manteman, semua aktifitas dalam kelas harus pake bahasa Inggris.. gris gris gris.... ya udah, cas cus lah sudah, mo ngerti enggak, HARUS pake bahasa Inggris!!! jadi saya ini paling pendiam di kelas hahaha.... tapi lama-lama terbiasa juga, mulai deh ngomong pelan-pelan dan akhirnya bisa juga tuh ngomong dengan bule penutur asli bahasa Inggris π
ELTA juga menyiapkan kita untuk dapat mencapai nilai IELTS minimal 5.0 agar siap untuk melamar beasiswa Australia Awards. Tau dong apa itu IELTS? kalo belum tau, bisa klik di siniBegini :
Di ELTA, kami ditempa selama tiga bulan. Full time dalam kelas dari Senin sampai Jumat, dari jam 8 pagi sampe jam 3 siang (sejam setengah aja istirahat makan siangnya). Setelahnya silakan self study di perpustakaan yang kami sebut RC (resource center) sampai terserah sanggupnya jam berapa, biasanya sih sampe jam 6, makan, lalu lanjut lagi di asrama. Bayangkan, bagaimana tidak ningkat drastis kemampuan bahasa Inggrisnya π
Juga, para trainer yang sangat profesional itu benar-benar mampu menuntun kami ke tingkat yang lebih tinggi. Cara belajarnya sudah mirip-mirip dengan sistem belajar di Australia. Kami diajarkan aktif dalam kelas. Ada diskusi dan presentasi, dan ada beberapa hari dalam seminggu setelah kelas, kami per kelompok (isinya 6 orang) bertemu dengan trainer yang ditunjuk sebagai supervisor kami. Ini tujuannya adalah untuk menajamkan lagi skill English kita. Dan seringnya dikasih tugas nulis. Untuk diketahui ya manteman, semua aktifitas dalam kelas harus pake bahasa Inggris.. gris gris gris.... ya udah, cas cus lah sudah, mo ngerti enggak, HARUS pake bahasa Inggris!!! jadi saya ini paling pendiam di kelas hahaha.... tapi lama-lama terbiasa juga, mulai deh ngomong pelan-pelan dan akhirnya bisa juga tuh ngomong dengan bule penutur asli bahasa Inggris π
| Suasana kelas ELTA |
| Presentasi dalam kelas |
Skill-skill IELTS benar-benar diajarkan di ELTA. Setiap setelah empat minggu belajar, kami dihadapkan pada IELTS mock test. Persis deh suasananya seperti tes IELTS sesungguhnya. Saya setelah mock test pertama kali, wiiihhh keluar ruangan langsung pusing mau pingsan hehehe.... tapi syukur, di tes-tes berikutnya saya hadapi dan akhiri dengan senyuman π bahkan setelah real test saya tersenyum lebih lebar. Gak nyangka bakal dilalui dengan mulus.
AAI benar-benar baik hati. Selama ELTA kami diasramakan dan mendapatkan fasilitas makan tiga kali sehari dan juga uang saku yang diterima setiap dua minggu. Bahkan test IELTS yang harganya selangit itu juga dibayarin. Kita taunya cuma belajar saja. Selebihnya AAI yang urus.
Betapa beruntungnya saya.
Terima kasih ELTA
Terima kasih IALF
Terima kasih AAI
![]() |
| Closing Ceremony |

No comments:
Post a Comment